True Majority

Perjuangan Buruh Di Setiap Negara Bagian Amerika Serikat (Wisconsin, Ohio, New York) Yang Membuahkan Hasil

Perjuangan Buruh Di Setiap Negara Bagian Amerika Serikat (Wisconsin, Ohio, New York) Yang Membuahkan Hasil – May day dirayakan sebagai hari libur setiap tanggal 1 mei, namun ternyata dahulu dirayakan sebagai festival musim semi di setiap belahan bumi bagian utara. Namun perayaan musim semi tersebut berakhir pada abad ke 19. Dan makna 1 mei berubah ketika terjadi insiden Haymarket Affair di Amerika Serikat dan bangkitnya sosialisme yang akhirnya menjadikan 1 mei sebagai hari buruh internasional.

Pada akhir abad ke 19, para buruh di seluruh dunia khususnya di negara barat memiliki jam kerja yang tidak masuk akal. Para pekerja harus bekerja setidaknya 10 jam per hari, hingga akhirnya banyak yang meninggal dan mengalami sakit. Kejadian seperti itu sudah menjadi pemandangan yang biasa. Kemudian pada awal tahun 1860-an para buruh mulai memprotes tentang kondisi kerja mereka dan menginginkan perubahan. Namun baru di tahun 1880 para buruh membentuk kelompok serikat dan mendeklarasikan waktu kerja 8 jam/hari. Sayangnya deklarasi ini hanya terjadi secara sepihak karena tidak mendapatkan persetujuan dari pengusaha.

Dari sinilah bibit-bibit paham sosialisme merebak di kalangan para buruh dan akhirnya menjadi ideologi yang menarik karena mereka semua memandang kapitalisme hanya akan menguntungkan para pengusaha. Hingga saat ini, paham sosialisme terus berkembang hingga akhirnya banyak yang membentuk partai politik di Amerika Serikat. Namun sayangnya ketika kader partai sosialisme terpilih untuk menduduki sebuah jabatan, pemahaman mereka mulai berubah dan dianggap sebagai bagian dari kapitalisme. Dari situlah muncul kelompok anarkis yang akhirnya mendapatkan dukungan dari ribuah buruh yang ingin meruntuhkan struktur hierarki dan menginginkan tindakan langsung daripada melalui politik birokrasi.

Paham sosialisme ini diadopsi oleh kelompok anarkis yang menjadi awal mula pembentukan serikat buruh. Pada konvensi nasional yang diadakan FOTLU atau Federation of Organized Trades and Labor Union di Chicago, Amerika Serikat tahun 1884, kelompok ini memproklamasikan bahwa waktu kerja 8 jam/hari menjadi waktu kerja resmi setelah tanggal 1 mei 1886. Setahun setelahnya, FOTLU didukung oleh para aktivis buruh kembali mengulang proklamasi mereka dengan menambahkan aksi mogok kerja dan juga demonstrasi. Awalnya terjadi perbedaan pendapat diantara kelompok tersebut karena memandang proklamasi tersebut terlalu reformis. Ada yang menganggap bahwa mau bekerja 8 jam/hari atau 10 jam/hari tetaplah budak pengusaha. Namun walaupun ada perbedaan pendapat, proklamasi 1 mei 1886 tetap memberikan dampak yang besar. Dan pada saat itu, tepatnya 1 mei 1886 lebih dari 300 ribu buruh dari seluruh negara bagian Amerika Serikat seperti Wisconsin, Ohio, New York dan lain sebagainya memutuskan untuk melakukan mogok kerja dan akhirnya menjadi awal perayaan dari May Day.

Perjuangan Buruh Di Setiap Negara Bagian Amerika Serikat

Di Chicago sendiri tercatat setidaknya terdapat 40 ribu pekerja yang ikut turun ke jalan dengan aktivis sosialisme anarkis yang selama ini menjadi pusat perhatian. Mereka pun memberikan pidato-pidato yang membakar semangat mengenai revolusioner dengan Tindakan langsung, anarkisme pun menjadi paham yang cukup dihormati oleh para buruh namun dibenci oleh para kapitalis. Namun sayangnya demonstrasi yang damai berakhir menjadi bentrokan dengan polisi pada tanggal 3 mei 1886. Selama 6 bulan setelah insiden itu, para penegak hukum sering melakukan penangkapan dan pelecehan terhadap buruh-buruh yang bekerja di industri baja. Karena tidak tahan dengan tekanan dari para penegak hukum, kelompok anarkis mengadakan pertemuan di Haymarket Square dan juga mengundang masyarakat Chicago untuk mendiskusikan masalah tersebut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Do NOT follow this link or you will be banned from the site!